Langsung ke konten utama

Postingan

Dua Sahabat dengan Senja Sebelum Berpisah

Oleh : Exzal Antolyn Febriansyah              Saat itu hari menjelang sore. Aku sedang berjalan menikmati sisa hari ini karena esok akan berganti. Aku berjalan bersama temanku Deri. Deri orangnya cukup tinggi, kulitnya lebih putih sedikit dariku, tapi soal kecerdasan , ia tidak mengungguliku. Eh iya sementara aku sendiri, namaku Satya. Aku memiliki tubuh yang cukup atletis jika dibandingkan dengan teman-teman sebayaku, ya tubuhku tergolong tinggi dengan kulit tidak begitu gelap, dan tergolo n g orang yang cerdas. Hehe...             Aku dan Deri seolah-olah sudah seperti saudara sendiri kemana-kemana aku selalu berdua bersamanya. Bahkan teman-temanku sampai memanggil dengan panggilan SARI , yang merupakan singkatan dari Satya dan Deri. Ah sialan mereka. Namun begitu , teman-temanku bangga kepada kami karena kami berdua menjadi andalan saat di sekolah. Dalam berba...

Sebelum Keluar Rumah

  (Sajak Nasehat Romo K.H M. Ali Shoddiq Umman) Oleh :  Muhammad Muhsin (Alumni 2013, Santri asal Salatiga)  * Mereka yang mengenakan keasingan adalah kekasih. Seperti lampu remang malam kota yang merindukan bayangan punggung merayap menggigil sebab kesendirian, mempertemukan sepi dan sendiri. Seperti rumah-rumah yang lebih gelap dari mimpi pemiliknya sebab kata-kata di atas meja makan tandas sebelum makan malam tuntas. Seperti bulan yang ditempeli banyak puisi. Tak pernah ada cuaca yang pasti di sini. * Segala yang tak ingin aku lihat hidup sebagai   nyalang binatang. Mesin ketik nenek terus melahirkan nasehat sepanjang tunggu. Hati-hati dengan binatang yang tak pernah tidur di sudut paling pekat hutan dada manusia. Sebab di sana aku akan mati dan tak pernah meninggalkan apa-apa kecuali undangan air mata dari seorang yang mati tersesat atas kecerobohan. Di luar rumah ini kecurigaan tumbuh meranggas dan ganas. * Ada kebencian...

MUSIBAH, MUHASABAH, DAN MAHABBAH

  Oleh: Bambang Sudarmaji, M.Pd.I   الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ عَلَى قُلُوْبِ اْلمُسْلِمِيْنَ المُؤْمِنِيْنَ، وَجَعَلَ الضِّياَقَ عَلَى قُلُوْبِ الْمُنَافِقِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ اْلحَقُّ اْلمُبِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْوَعْدِ الأَمِيْنِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلمِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ المَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ. أَمَّا بَعْدُ أَيُّهاَ اْلحَاضِرُوْنَ اْلمُسْلِمُوْنَ حَفِظَكُمُ اللهُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ. قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ   Jamaah shalat Jumat rahimakumullah, Marilah kita tingkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wata’ala, mempertajam kesadaran ilahiah, mempertebal sika...

Sedikit tentang Belajar dan Ilmu

Oleh : Mochammad Arif Fitrianto (Alumni 2020) Pernahkan kita menacari ilmu? Tentu saja kita pernah mencari bahkan membutuhkannya. Ilmu adalah bagian penting dari sebuah kehidupan, tanpa ilmu kita tidak akan pernah mengetahui atau melakukan sesuatu. Baik itu ilmu yang kita pelajari dari pendidikan formal maupun non formal, semuanya berguna bagi kita. Salah satu cara menambah ilmu yakni dengan belajar. Bukan hanya belajar dengan membaca, menulis, mendengarkan, dan melihat seperti yang sering kita lakukan dalam pembelajaran sekolah, namun juga belajar dari sebuah kejadian, belajar dari kesalahan atau kegagalan, belajar menghormati orang lain, belajar untuk ikhlas, dan belajar dari apapun yang ada. Banyak sekali hadis atau kata kata pentingnya bagi orang yang belajar atau mencari ilmu. Salah satunya yang sering kita dengar yakni, “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China” , hal itu menunjukkan bahwa pentingnya ilmu sampai sampai kita harus mencari ke tempat yang jauh sekalipun. Dalam ki...

NEW NORMAL: TIGA AMAL DI MASA SULIT

 Oleh : Bambang Sudarmaji, M.Pd.I    إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ . وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ   Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, Alhamdulillah hari ini kita masih bisa menyelenggarakan Sholat Jumat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Maka sepatutnya kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memanjangkan umur kita dan menganugerahkan demikian banyak nikmat kepada kita. Semoga Allah menjaga kita semua dan sege...

Menyambut Awal Yang Baru Dengan Penyucian Diri

Oleh : M. Fikri Haikal (XII IPA 1) Apabila seseorang telah merasa kotor, pasti akan mandi agar kotoran itu hilang dan ia menjadi bersih dan suci kembali. Jika tubuhnya telah bersih, maka pikiran akan jernih, tidak gampang grusa-grusu dalam menghadapi berbagai masalah. Bukan hanya manusia saja yang perlu dimandikan, segala hal yang dianggap mulia dan sakralpun juga harus dimandikan. Lha, sudah semestinya sesuatu yang mulia selalu dalam keadaan bersih dari kotoran, baik lahir maupun batinnya. Seperti halnya pemandian pusaka, ia harus dalam keadaan suci dengan memandikannya pada waktu tertentu. Tradisi pemandian pusaka pada hari tertentu mungkin sudah mendarah daging bagi masyarakat Nusantara, terkhusus lagi masyarakat Jawa. Pada waktu tersebut, semua pusaka wajib dimandikan dengan tujuan menyucikannya, memandikannnyapun bukan dengan air biasa, melainkan dengan air kembang tujuh rupa. Setelah itu dilanjut dengan upacara-upacara pembacaan doa dan mantra berbahasa Jawa, semacam kidung-k...

PUISI : Dia tak peduli

                                                                      Dia tak peduli  Oleh : Andre S Lesmana  12 IIS 2 Santri Asal Sumatera Nanti d ia semakin merajalela    Tak peduli dengan sekitarnya   Tak peduli dengan sampah negara yang berkembang   Mentari semakin pudar kehilangan sinar kebebasannya Orang-orang saling membunuh perasaan Tak   peduli yang ditindihkan Tak peduli yang di bawah   Aku melihat dia tersiksa mana keadilan yang katanya akan diratakan   Bumi berontak menghancurkan segala yang di atasnya Bukannya aku tak mau Aku tak bisa bergerak Ranta-rantai uang terus membelengguku   Dia seakan tak peduli dengan yang di bawah Tapi . . . Nanti air ...