Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label HIKMAH

WANI RABI KUDU WANI NGALAH ( Sebuah Renungan)

WANI RABI KUDU WANI NGALAH ( Sebuah R enungan ) Oleh: Ahmad Sugianto Ragil, M.Pd.I         Tingkat perceraian dikabupaten Tulungagung ternyata semakin tinggi, ini dapat dilihat dari data Pengadilan Agama kabupaten Tulungagung yang dikabarkan surat kabar K ompas, bahwasanya menurut surat kabar ini tingkat perceraian tiap tahun semakin memprihatinkan. Masih menurut K ompas, bahwa diak h ir tahun 2019 Pengadilan Agama Tulungagung telah menerima berkas sebanyak 3.455. dari jumlah tersebut yang masuk ke meja hijau sejumlah 3.099 kasus, sisanya sekitar 400 kasus ditolak pengadilan sebab mungkin karena kurang lengkapnya berkas atau yang mengajukan mencabut berkasnya kembali atau pula karena pengadilan dapat memediasi kedua belah pihak sehingga mereka rujuk kembali.         Jumlah ini tentu jumlah yang tidak sedikit, bahkan jika dibanding dengan data perceraian pada tahun 2018 hanya sebanyak 2.077 kasus. Jadi d...

Muridku

Muridku Oleh : Moh. Ghufron, S.Pd.I Menjadi murid itu harus siap diperintah guru, siap tawadhu’ pada guru. Bukan soal siapa gurunya, bukan pula karena aku mulia, atau ingin dimulyakan, kalau guru kok pengen dimulyakan manusia, maka do’anya tak akan diijabah oleh Alloh, dan tinggalkan guru seperti itu.  Nah, murid itu punya keharusan tawadhu’ dan mengikuti taat kepada guru adalah demi murid itu sendiri, karena ilmu yang dititipkan Alloh kepada guru, akan mengalir kepada murid, jika hati murid terbuka, dan guru senang, seperti aliran air yang terbuka, dan murid menerima alirannya, karena menyenangkan guru. Jika murid tak taat kepada guru, maka dibutuhkan waktu seratus tahun juga belum tentu ilmu guru akan mengalir pada murid, karena pintu-pintu ilmu tak dibuka oleh Alloh, sebab tidak adanya keta’atan dan ketawadhu’an murid kepada guru tadi. Jadi yang memberikan ilmu itu bukan guru, tapi Alloh, lewat seorang guru. Ilmu itu berhubungan dengan hati dan se...

Al-Qur’an dan Membaca

Oleh : Zamahsari Abdul Azis, S.Pd.I, M.Si. Nama Al-Qur'an yang secara harfiah berarti bacaan sempurna. Al-Qur’an merupakan pilihan Allah SWT yang sungguh tepat, karena tiada satu bacaan pun sejak manusia mengenal budaya tulis-baca, kurang lebih lima ribu tahun yang lalu, yang dapat menandingi Al -Qur'anul karim. Tiada bacaan semacam Al-Qur'an yang dibaca oleh ratusan juta orang, yang bahkan  tidak mengerti artinya dan tidak bisa menulis dengan aksaranya. Bahkan Al-Qur'an di hafal huruf demi huruf oleh orang dewasa, remaja,serta anak-anak. Tiada bacaan seperti Al-Qur'an yang dipelajari bukan hanya susunan redaksi dan pemilihan kosakatanya tetapi juga kandungan yang tersurat, kandungan yang tersirat bahkan sampai kepada kesan yang ditimbulkannya. Semua dituangkan dalam jutaan jilid buku, dari generasi ke generasi. Tiada bacaan sebanyak kosakata Al-Qur'an yang berjumlah 77.439 {tujuh puluh tuju ribu empat ratus tiga puluh sembilan} kata, dengan jum...